You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tedunan
Logo Desa Tedunan
Desa Tedunan

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Maju, Mandiri, Sehat dan Sejahtera -- selengkapnya... Pemerintah Desa Tedunan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Menentukan Prioritas, Mendorong Kemajuan: Mahasiswa KKN Undip Petakan Arah Pengembangan UMKM Pangan Desa Tedunan

M. Aufal Misyaq 19 Agustus 2026 Dibaca 3 Kali
Menentukan Prioritas, Mendorong Kemajuan: Mahasiswa KKN Undip Petakan Arah Pengembangan UMKM Pangan Desa Tedunan

Demak – Dalam rangka mendukung penguatan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Desa Tedunan, mahasiswa KKNT 88 Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program “Analisis Prioritas Pengembangan UMKM Pangan Berbasis Penilaian Multi-Kriteria.” Program ini merupakan bagian dari Multidisiplin II dengan fokus Diversifikasi Ekonomi Berbasis Produk Pangan Lokal, yang selaras dengan tema besar KKN, yaitu “Mewujudkan ‘Lumbung Mandiri’ Tedunan: Optimalisasi Potensi Lokal melalui Penguatan Ketahanan Pangan.”

Program ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM dalam menentukan langkah pengembangan usaha berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Desa Tedunan memiliki berbagai UMKM pangan dengan produk dan karakteristik usaha yang beragam. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui peningkatan pengolahan produk, kemasan, branding, pemasaran, digitalisasi, maupun legalitas. Namun, banyaknya aspek yang dapat dikembangkan membuat pelaku UMKM perlu menentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu agar sumber daya yang dimiliki dapat digunakan secara lebih efektif.

Melalui pendekatan matematika, mahasiswa membantu melakukan penilaian terhadap berbagai alternatif pengembangan usaha dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Pendekatan ini memungkinkan kondisi UMKM yang bersifat beragam untuk diterjemahkan menjadi nilai yang dapat dibandingkan, sehingga dapat diperoleh urutan prioritas pengembangan secara lebih terstruktur.

Kegiatan pengambilan data dilaksanakan secara door to door pada 4–5 Agustus 2026 dengan mengunjungi lima UMKM pangan di Desa Tedunan, yaitu UMKM Es Buah Bu Adiba, UMKM Teh Santri Bu Lulu’, UMKM Dapur Bu Unsiyah, UMKM CV. Jahe Seger Demak, dan UMKM Cilok Pedas Mantab Bu Susi. Kunjungan dilakukan secara langsung agar mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi usaha sekaligus berdiskusi dengan pemilik UMKM mengenai kebutuhan dan kendala yang dihadapi.

Data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek usaha, mulai dari identitas dan profil UMKM, produk utama dan produk lainnya, jumlah tenaga kerja, frekuensi produksi, kapasitas produksi, hingga kondisi proses produksi. Pendataan juga mencakup jenis kemasan, informasi pada label, merek dan logo, legalitas, varian produk, saluran pemasaran, penggunaan media sosial, pencatatan keuangan, serta pembayaran non-tunai.

Selain menggali kondisi usaha saat ini, pendataan juga diarahkan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan UMKM. Pelaku usaha diberikan ruang untuk menyampaikan kendala yang paling dirasakan, aspek usaha yang ingin dikembangkan, serta rencana yang akan dilakukan apabila memperoleh tambahan modal. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan alternatif pengembangan yang relevan dengan kondisi masing-masing UMKM.

Data hasil observasi dan wawancara selanjutnya dianalisis menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai salah satu metode penilaian multi-kriteria. Dalam metode ini, setiap alternatif pengembangan diberikan skor berdasarkan sejumlah kriteria, kemudian dilakukan normalisasi dan perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh urutan prioritas.

Penilaian dilakukan menggunakan beberapa kriteria yang menggambarkan kebutuhan dan manfaat dari setiap alternatif pengembangan. Kriteria tersebut meliputi urgensi kebutuhan operasional, kemudahan implementasi, dampak terhadap pendapatan, keberlanjutan secara mandiri, serta efisiensi anggaran. Setiap kriteria memiliki bobot yang berbeda sesuai tingkat kepentingannya, dengan total bobot sebesar 100 persen.

Melalui proses tersebut, setiap UMKM dapat memperoleh gambaran mengenai aspek usaha yang perlu mendapatkan perhatian lebih dahulu. Alternatif pengembangan yang memiliki nilai prioritas lebih tinggi dapat ditempatkan sebagai fokus awal, sedangkan alternatif lainnya dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kesiapan masing-masing UMKM.

Hasil analisis kemudian digunakan untuk menyusun profil dan rekomendasi prioritas pengembangan usaha bagi masing-masing UMKM. Rekomendasi tidak diberikan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan selama proses observasi dan hasil penilaian. Dengan demikian, pengembangan usaha dapat diarahkan pada aspek yang dinilai paling membutuhkan perhatian sekaligus memiliki manfaat yang lebih besar bagi keberlanjutan usaha.

Penyampaian hasil analisis dilaksanakan secara door to door pada 18–19 Agustus 2026. Mahasiswa menyampaikan hasil penilaian dan urutan prioritas pengembangan secara langsung kepada masing-masing pelaku UMKM. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan pelaku usaha untuk mendiskusikan kembali rekomendasi yang diberikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Melalui program ini, mahasiswa Matematika menunjukkan penerapan konsep matematika dalam membantu menyelesaikan permasalahan pengembangan usaha di masyarakat. Penilaian multi-kriteria tidak hanya digunakan untuk menghasilkan angka, tetapi juga menjadi alat untuk membantu menyusun urutan kebutuhan pengembangan berdasarkan kondisi yang dimiliki oleh masing-masing UMKM.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM pangan Desa Tedunan dalam menentukan langkah pengembangan usaha secara lebih terarah. Hasil penilaian dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam mengalokasikan sumber daya, sekaligus dapat menjadi informasi pendukung bagi pemerintah desa dalam melihat kebutuhan pengembangan UMKM pangan di Desa Tedunan.

Dengan adanya pemetaan prioritas tersebut, pengembangan UMKM diharapkan tidak dilakukan secara bersamaan tanpa arah, tetapi dapat dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kebutuhan, kemampuan, dan potensi masing-masing usaha. Upaya ini menjadi salah satu langkah dalam mendukung diversifikasi ekonomi berbasis produk pangan lokal sekaligus memperkuat potensi Desa Tedunan menuju terwujudnya “Lumbung Mandiri” Tedunan.

Penulis: Salma Qonitah Salsabila

Editor: Tim KKN-T 88 Universitas Diponegoro

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 382.156.134,00 Rp 2.125.514.737,00
17.98%
Belanja
Rp 241.996.320,00 Rp 2.132.163.468,00
11.35%
Pembiayaan
Rp 194.498.731,00 Rp 6.648.731,00
2925.35%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 3.066.934,00 Rp 19.350.000,00
15.85%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 252.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 224.073.600,00 Rp 373.456.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 95.646.737,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 142.698.600,00 Rp 335.182.000,00
42.57%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 70.500.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 12.317.000,00 Rp 978.180.000,00
1.26%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 1.200.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 188.796.320,00 Rp 602.009.708,00
31.36%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 28.000.000,00 Rp 1.271.956.000,00
2.2%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 4.400.000,00 Rp 125.800.000,00
3.5%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 10.000.000,00 Rp 98.700.000,00
10.13%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 10.800.000,00 Rp 33.697.760,00
32.05%