Tedunan, Wedung — Data kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu informasi penting dalam mendukung penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Di Desa Tedunan, informasi desil kesejahteraan telah tersedia sebagai gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat dan dapat menjadi salah satu dasar dalam melihat kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Namun, keberadaan data tersebut perlu didukung dengan sistem yang mampu menghubungkan informasi desil dengan data penerima serta penyaluran bantuan sosial. Pemantauan yang terintegrasi diperlukan agar perangkat desa dapat mengetahui distribusi bantuan berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan memantau masyarakat yang telah maupun belum menerima bantuan.
Berdasarkan kondisi tersebut, Septiyana Putri Isnaini (Septi) dari Program Studi Statistika Universitas Gadjah Mada menginisiasi program Optimalisasi Sistem Basis Data Kesejahteraan dan Bantuan Sosial melalui Dashboard Monitoring Desa Tedunan sebagai bagian dari pelaksanaan KKN-PPM UGM 2026. Program yang dilaksanakan pada 23 Juni - 30 Juli 2026 ini bertujuan mengintegrasikan data kependudukan, desil kesejahteraan, dan bantuan sosial ke dalam sistem yang lebih terstruktur sehingga dapat mendukung proses monitoring dan pengelolaan data di tingkat desa.
Program diawali dengan koordinasi bersama perangkat Desa Tedunan untuk memahami kebutuhan serta kondisi data yang tersedia. Data kependudukan, informasi desil kesejahteraan, dan data penerima bantuan sosial kemudian dieksplorasi dan dirapikan agar dapat digunakan secara lebih optimal. Data yang sebelumnya digunakan dalam dokumen terpisah selanjutnya dihubungkan dalam satu basis data menggunakan Spreadsheet. Proses tersebut memanfaatkan berbagai fungsi dan rumus Spreadsheet untuk menghubungkan identitas masyarakat dengan informasi desil dan bantuan sosial yang diterima.
Hasil integrasi data tersebut kemudian dikembangkan menjadi Dashboard Monitoring Data Desil dan Bantuan Sosial Warga Desa Tedunan. Dashboard dirancang sebagai media monitoring yang dapat memberikan gambaran kondisi masyarakat berdasarkan kelompok desil kesejahteraan sekaligus informasi terkait penerimaan bantuan sosial. Informasi disajikan dalam bentuk grafik, diagram, dan indikator sehingga perangkat desa dapat melihat distribusi masyarakat berdasarkan desil, jumlah penerima bantuan, serta status penyaluran bantuan secara lebih ringkas dan mudah dipahami.
Keberadaan dashboard juga memungkinkan perangkat desa melakukan pemantauan dengan lebih terarah. Data dapat ditelusuri berdasarkan informasi yang dibutuhkan sehingga perangkat desa dapat melihat masyarakat pada kelompok desil tertentu dan mengetahui status bantuan sosial yang telah atau belum diterima. Dengan demikian, data desil tidak hanya menjadi informasi mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam memantau distribusi bantuan sosial dan mengevaluasi kondisi penyalurannya.
Selain pengembangan basis data dan dashboard, program ini dilengkapi dengan demonstrasi dan pelatihan penggunaan Spreadsheet kepada perangkat Desa Tedunan yang terlibat dalam pengelolaan data. Pelatihan mencakup cara memperbarui dan menambahkan data, melakukan pencarian serta penyaringan informasi, memperbarui data bantuan sosial, dan memahami informasi yang ditampilkan pada dashboard. Kegiatan ini dilakukan agar perangkat desa dapat mengoperasikan sistem serta melakukan pembaruan data secara mandiri setelah program KKN-PPM UGM selesai.
Melalui program ini, dihasilkan sistem basis data yang mengintegrasikan data kependudukan, desil kesejahteraan, dan bantuan sosial, serta dashboard yang dapat digunakan untuk memonitor distribusi dan status penyaluran bantuan berdasarkan kelompok kesejahteraan masyarakat. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu perangkat desa memperoleh informasi secara lebih cepat, mengurangi proses pengolahan data secara berulang, serta mempermudah evaluasi terhadap penyaluran bantuan sosial di Desa Tedunan.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Dengan tersedianya informasi mengenai kondisi kesejahteraan dan distribusi bantuan dalam satu sistem, perangkat desa memiliki bahan pendukung untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian serta melihat pola penyaluran bantuan berdasarkan desil kesejahteraan. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara Septiyana Putri Isnaini dan Pemerintah Desa Tedunan, program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PPM UGM 2026 dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa. Sistem yang telah dibangun diharapkan tidak berhenti setelah pelaksanaan KKN-PPM UGM, tetapi dapat terus dimanfaatkan, diperbarui, dan dikembangkan sesuai kebutuhan Desa Tedunan. Dengan demikian, pemantauan kesejahteraan masyarakat dan penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih terstruktur, informatif, dan berkelanjutan.