Tedunan, Wedung — Sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan digital masyarakat, program kerja bertajuk "Edukasi Cerdas Bermedia Digital untuk Masyarakat Desa dalam Rangka Pencegahan Penipuan Cyber dan Perjudian Online" telah dilaksanakan dengan lancar di Balai Pertemuan Desa Tedunan, Kabupaten Demak pada Jumat (24/07/26). Kegiatan ini berhasil menarik antusiasme warga, terbukti dengan kehadiran kurang lebih 28 anggota ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) desa setempat.
Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka celah bagi munculnya berbagai kejahatan siber, mulai dari penipuan online, phishing, hingga maraknya praktik perjudian online yang menyasar berbagai kalangan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Minimnya literasi digital di kalangan masyarakat sering kali menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan menjadi korban. Berangkat dari kondisi tersebut, program edukasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat desa, khususnya kaum ibu, dalam mengenali serta menghindari berbagai modus kejahatan digital yang kian marak terjadi.
Program kerja ini diusung oleh Az Zahra Zatadinia Arfian (Zahra), mahasiswa Program Studi Teknik Fisika, Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai wujud kontribusi dan kepeduliannya terhadap peningkatan literasi digital di tengah masyarakat desa. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan dengan menyasar ibu-ibu PKK Desa Tedunan sebagai peserta, mengingat peran strategis mereka sebagai penggerak sekaligus penyambung informasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 28 orang, antusiasme warga terhadap topik yang diangkat terlihat cukup tinggi. Beberapa poin penting yang menjadi fokus dalam edukasi ini antara lain:
- Pengenalan berbagai jenis penipuan online yang sering terjadi, seperti penipuan berkedok undian, tautan phishing, dan modus penipuan mengatasnamakan pihak resmi (bank, instansi pemerintah, dll).
- Cara mengenali ciri-ciri pesan atau tautan mencurigakan agar tidak mudah tertipu.
- Bahaya perjudian online, baik dari segi hukum, ekonomi keluarga, maupun dampak sosial yang ditimbulkan.
- Langkah-langkah preventif dan solutif yang dapat dilakukan apabila menemukan atau mengalami indikasi penipuan digital.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif menyimak pemaparan yang disampaikan. Beberapa peserta bahkan turut berbagi pengalaman maupun cerita terkait upaya penipuan yang pernah mereka temui, sehingga suasana diskusi berjalan lebih hidup dan interaktif. Kombinasi antara penyampaian materi visual melalui presentasi dan bahan bacaan berupa brosur dinilai efektif membantu peserta memahami materi dengan lebih baik. Melalui program edukasi ini, diharapkan masyarakat Desa Tedunan, khususnya ibu-ibu PKK, dapat lebih waspada dan cerdas dalam menggunakan media digital sehari-hari. Selain itu, ilmu dan informasi yang telah diperoleh diharapkan dapat terus disebarluaskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga tercipta masyarakat desa yang lebih melek digital dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber maupun praktik perjudian online.
Program ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa edukasi literasi digital perlu terus digalakkan hingga ke tingkat akar rumput, mengingat ancaman kejahatan siber tidak lagi mengenal batas wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan.