You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tedunan
Logo Desa Tedunan
Desa Tedunan

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Maju, Mandiri, Sehat dan Sejahtera -- selengkapnya... Pemerintah Desa Tedunan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Menuju Desa Sehat dan Mandiri melalui Pilot Project Terintegrasi: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

M. Aufal Misyaq 03 Juli 2026 Dibaca 1 Kali
Menuju Desa Sehat dan Mandiri melalui Pilot Project Terintegrasi: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Tedunan, Wedung - Langkah nyata menuju Desa Tedunan yang lebih bersih dan berkelanjutan kembali terwujud melalui program kerja Pilot Project Terintegrasi: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang diinisiasi oleh tim mahasiswa KKN PPM UGM Periode II Tahun 2026 di RT 03 RW 01 pada hari Jumat, 3 Juli 2026. Sekitar 30 warga turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan edukasi dengan praktik secara langsung. Pilot project ini mencakup beberapa upaya pengelolaan lingkungan, mulai dari pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hingga pengolahan limbah organik rumah tangga. Sosialisasi dan demonstrasi menjadi bagian utama kegiatan untuk memperkenalkan cara-cara sederhana yang dapat diterapkan dari lingkungan rumah masing-masing. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan akan dilanjutkan melalui monitoring serta evaluasi untuk melihat penerapan dan keberlanjutan program di masyarakat. 

Sesi pertama dibawakan oleh Hasna ‘Iffat Hanifa (Hasna) dari program studi Manajemen Informasi Kesehatan yang menyampaikan materi mengenai Healthy Household Movement: PHBS dan Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan. Materi ini mengajak warga memahamo bahwa kesehatan keluarga tidak hanya ditentukan oleh kesakitan dan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga dengan penerapan kebiasaan sehari-hari di rumah. Warga dikenalkan dengan pentingnya menerapkan PHBS, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, kebersihan lingkungan rumah, mengelola limbah rumah tangga, jamban sehat, serta upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan seperti DBD dan Leptospirosis. Selain itu, warga juga diajak mengenali keterkaitan antara kondisi lingkungan dengan risiko penyakit, sehingga diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa kebiasaan sederhana dapat memberikan dampak yang besar terhadap kesehatan keluarga. Tim KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 melalui program ini berusaha mendorong masyarakat untuk menerapkan PHBS sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan lingkungan Desa Tedunan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Sesi kedua dibawakan oleh Az Zahra Zatadinia Arfian (Zahra) dari program studi Teknik Fisika. Permasalahan sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di tingkat desa dan kelurahan. Salah satu akar persoalannya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Menjawab persoalan tersebut, digagas sebuah program kerja bertajuk "Gerakan Masyarakat Sadar Sampah". Sampah rumah tangga yang tercampur antara jenis organik dan anorganik tidak hanya menyulitkan proses pengolahan lebih lanjut, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan seperti penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dan pencemaran lingkungan sekitar. Melalui pemilahan sampah sejak dari rumah, proses daur ulang dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.

Berangkat dari kondisi tersebut, program "Gerakan Masyarakat Sadar Sampah" dirancang dengan pendekatan dua tahap, yaitu sosialisasi dan monitoring, agar perubahan perilaku masyarakat dapat terjadi secara bertahap dan berkelanjutan.

Tahap pertama program ini berfokus pada kegiatan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Dalam sosialisasi ini, disampaikan materi mengenai:

  • Pengertian dan contoh sampah organik serta anorganik dalam kehidupan sehari-hari
  • Dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila sampah tidak dipilah dengan baik
  • Manfaat memilah sampah, baik dari segi lingkungan, kesehatan, maupun potensi ekonomi (seperti pengomposan dan daur ulang)
  • Cara sederhana menerapkan pemilahan sampah di rumah, misalnya dengan menyediakan dua wadah terpisah

Sosialisasi ini dikemas secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga pesan mengenai pentingnya memilah sampah dapat tersampaikan secara efektif dan membekas dalam keseharian warga. Setelah sosialisasi dilaksanakan, program dilanjutkan dengan tahap monitoring yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa materi yang telah disampaikan benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar dipahami secara teori.

Melalui kunjungan door-to-door, dilakukan pengecekan terhadap:

  • Ketersediaan wadah pemilahan sampah organik dan anorganik di masing-masing rumah
  • Konsistensi warga dalam memilah sampah sesuai jenisnya
  • Pola kebiasaan para warga dalam mengelola sampah rumah tangga

Data dan temuan dari kegiatan monitoring ini kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana efektivitas sosialisasi yang telah dilakukan, sekaligus menjadi dasar untuk memberikan pendampingan tambahan bagi rumah tangga yang masih mengalami kendala dalam menerapkan pemilahan sampah. Melalui kombinasi sosialisasi dan monitoring berkelanjutan, program "Gerakan Masyarakat Sadar Sampah" diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar mampu menumbuhkan kebiasaan baru yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Kesadaran memilah sampah dari rumah diharapkan dapat menjadi budaya yang terus berlanjut meski program telah selesai dilaksanakan, sehingga memberikan dampak positif jangka panjang bagi kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih baik di wilayah setempat. 

Sesi ketiga dibawakan oleh Kayla Hanifah Jasmine Sitorus (Kayla) dari program studi Teknik Geodesi yang menyampaikan materi terkait Zero Plastic Future. Program Zero Plastic Future dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tedunan mengenai pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah plastik. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengertian dan tujuan program, bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah. 

Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dari rumah ke rumah untuk melihat penerapan pengelolaan sampah plastik oleh masyarakat. Monitoring dilakukan dengan memberikan edukasi dan pengingat mengenai pemilahan sampah serta mengajak masyarakat untuk mengumpulkan dan memanfaatkan kembali sampah plastik yang masih dapat digunakan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi dan kendala masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup minim sampah plastik.

Sebagai bentuk praktik pengolahan sampah plastik, dilakukan pemanfaatan botol plastik bekas menjadi gantungan kunci (ganci). Kegiatan ini bertujuan memberikan contoh sederhana mengenai penerapan prinsip reuse dan recycle, sekaligus menunjukkan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap pengurangan sampah plastik dan mampu menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Sesi keempat dibawakan oleh Septiyana Putri Isnaini (Septi) dari program studi Statistika yang menyampaikan materi mengenai pemanfaatan sampah plastik menjadi produk ecobrick sebagai salah satu solusi dalam mengurangi timbunan sampah plastik rumah tangga. Materi ini diangkat berdasarkan masih banyaknya sampah plastik yang dihasilkan masyarakat serta belum optimalnya pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Melalui sosialisasi dan demonstrasi, warga diperkenalkan pada konsep ecobrick, yaitu teknik memadatkan sampah plastik yang bersih dan kering ke dalam botol plastik hingga menjadi bahan yang kuat dan dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk fungsional. Sebagai tindak lanjut program, tim juga akan melakukan pengumpulan sampah plastik dari rumah-rumah warga untuk diolah menjadi ecobrick yang selanjutnya akan dirangkai menjadi sebuah rak buku dan ditempatkan di Perpustakaan Mutiara Desa Tedunan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah serta menyadari bahwa sampah plastik masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Desa Tedunan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sesi terakhir dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pengolahan limbah organik menjadi kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan metode ember tumpuk, yang disusun dan dibawakan oleh mahasiswa Astika Lianti Suparno (Astika)  dari program studi Ilmu Tanah. Berawal dari persoalan sederhana yang kerap dijumpai di dapur, yaitu sisa buah dan sayuran yang berakhir sebagai limbah, materi ini mengajak warga untuk mengenali kembali potensi yang masih tersimpan di dalamnya. Melalui demonstrasi, warga diperkenalkan pada pemanfaatan dua galon bekas sebagai ember tumpuk, dengan bagian atas sebagai tempat penguraian limbah organik dan bagian bawah sebagai penampung air lindi. Selain itu, juga dipaparkan cara merawat ember tumpuk, termasuk menjaga kelembapan dengan air cucian beras maupun memanfaatkan kembali air lindi yang telah tertampung. Dengan cara yang sederhana dan dapat dilakukan dari rumah, limbah dapur yang sebelumnya berakhir sebagai sampah dapat diarahkan menjadi kompos dan POC yang bermanfaat bagi tanaman. Langkah kecil tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru dalam mengelola limbah sekaligus memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari rumah sendiri. 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 382.156.134,00 Rp 2.125.514.737,00
17.98%
Belanja
Rp 241.996.320,00 Rp 2.132.163.468,00
11.35%
Pembiayaan
Rp 194.498.731,00 Rp 6.648.731,00
2925.35%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 3.066.934,00 Rp 19.350.000,00
15.85%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 252.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 224.073.600,00 Rp 373.456.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 95.646.737,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 142.698.600,00 Rp 335.182.000,00
42.57%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 70.500.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 12.317.000,00 Rp 978.180.000,00
1.26%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 1.200.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 188.796.320,00 Rp 602.009.708,00
31.36%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 28.000.000,00 Rp 1.271.956.000,00
2.2%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 4.400.000,00 Rp 125.800.000,00
3.5%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 10.000.000,00 Rp 98.700.000,00
10.13%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 10.800.000,00 Rp 33.697.760,00
32.05%